Shalat Subuh memiliki manfaat dan keutamaan yang luar biasa bagi
siapa saja yang melaksanakannya secara rutin setiap hari. Meskipun hanya
dua rakaat, Shalat Subuh menyimpan banyak rahasia-rahasia yang dahsyat,
baik dari segi rohani, kesehatan, dan kesuksesan hidup. Dalam Hadist
Riwayat Muslim, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda “Dua
rakaat Shalat Subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya.”
Dari sisi rohani, Shalat Subuh mempunyai banyak keutamaan, di
antaranya menyelamatkan dari azab, mendapat pahala setara pahala haji
dan umrah, terbebas dari api neraka, terhindar dari kemunafikan, serta
mendapat perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda “Berpagi-pagilah kalian
dalam menunaikan Shalat Subuh karena itulah pahala yang paling mulia.”
(Hadist Riwayat Turmudzi).
Dari sisi kesehatan, bangun pagi untuk melaksanakan Shalat Subuh pun
mampu menormalkan kinerja syaraf dan otak. Apalagi saat pagi hari kadar
ozon (O3) cukup tinggi yang mampu membantu aktivitas syaraf dan otak.
Termasuk mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan serangan
jantung.
Bahkan, Shalat Subuh bermanfaat bagi kesuksesan dalam kehidupan.
Sebab, saat pagi hari sampai fajar pintu-pintu rezeki di buka oleh Allah
subhanahu wa ta’ala. Karena itu, setelah melaksanakan Shalat Subuh
dilarang tidur kembali, sebaliknya sangat dianjurkan mulai beraktivitas,
berzikir, dan berdoa.
Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh
“Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat
adalah shalatnya” Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya;
dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya. Bagaimana mungkin
seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat
bukunya kosong dari shalat Subuh tepat waktu?
“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah
shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang
terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya
(berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan
Muslim]
Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling sedikit jumlah
rekaatnya; hanya dua rekaat saja. Namun, ia menjadi standar keimanan
seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit
(sampai matahari terbit)
Ada hukuman khusus bagi yang meninggalkan shalat Subuh. Rasulullah
saw telah menyebutkan hukuman berat bagi yang tidur dan meninggalkan
shalat wajib, rata-rata penyebab utama seorang muslim meninggalkan
shalat Subuh adalah tidur.
“Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan
ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, ‘Nikmatilah
malam yang panjang ini’. Apabilaia bangun lalu mengingat Allah, maka
terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang
kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga,
sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa
lamban dan malas”
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan
dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang
sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu
Majah]
Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat
nantinya kepada mereka yang menjaga Shalat Subuh berjamaah (bagi kaum
lelaki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak mengambilnya
ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap bersama mereka sampai
mereka masuk surga, Insya Allah.
“Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah
seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh tujuh kali lipat.
Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat Subuh”.
“Kemudian naiklah para Malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya,
lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka – padahal Dia lebih mengetahui
keadaan mereka – ‘Bagaimana hamba-2Ku ketika kalian tinggalkan ?’ Mereka
menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai
mereka dalam keadaan shalat juga’. ” [HR Al-Bukhari]
Sedangkan bagi wanita – walau shalat di masjid diperbolehkan shalat
di rumah adalah lebih baik dan lebih banyak pahalanya, yaitu yang
mengerjakan shalat Subuh pada saat para pria sedang shalat di masjid.
Ujian yang membedakan antara wanita munafik dan wanita mukminah adalah
shalat pada permulaan waktu.
“Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam
jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam
jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa
membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya,
sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka” [HR Muslim,
At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]
Banyak permasalahan, yang bila diurut, bersumber dari pelaksanaan
shalat Subuh yang disepelekan. Banyak peristiwa petaka yang terjadi pada
kaum pendurhaka terjadi di waktu Subuh, yang menandai berakhirnya
dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid. “Sesungguhnya saat
jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh; bukankah Subuh itu
sudah dekat?” (QS Huud:81)
Rutinitas harian dimulainya tergantung pada pelaksanaan shalat Subuh.
Seluruh urusan dunia seiring dengan waktu shalat, bukan waktu shalat
yang harus mengikuti urusan dunia.
“Jika kamu menolong (agama) Allah, maka ia pasti akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS
Muhammad : 7)
“Sungguh Allah akan menolong orang yang menolong agamanya, sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa” (QS Al-Hajj:40)
TIPS MENJAGA SHALAT SUBUH :
- Ikhlaskan niat karena Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya
- Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari
- Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali
- Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh
- Carilah kawan yang baik (shalih)
- Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam (tidur awal; berwudhu sebelum tidur; miring
ke kanan; berdoa)
- Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari
- Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding
- Bantulah dengan 3 buah bel pengingat(jam weker; telpon; bel pintu)
- Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga
Jika Anda telah bersiap meninggalkan shalat Subuh, hati-hatilah bila
Anda berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai Allah untuk
pergi shalat. Anda akan ditimpa kemalasan, turun keimanan, lemah dan
terus berdiam diri.
Fadhilah Shalat Subuh
Di antara shalat-shalat yang ada, shalat subuh adalah yang mengawali
hari. Ia adalah shalat yang paling penting yang harus dijaga betul
pelaksanaannya, sebab tidak semua orang bisa konsisten, bahkan shalat
ini terasa berat bagi orang-orang munafik.“Shalat yang paling berat bagi
orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh” (HR.Ahmad)
Shalat subuh berjamaah adalah tolok ukur sejauh mana kejujuran dan
keimanan seorang muslim. Di dalam sebuah riwayat shahih bahwa Ibnu Umar
ra pernah berkata:
“Ketika kami tidak melihat seseorang dalam shalat subuh atau isya’, kami langsung berprasangka buruk kepadanya.”
Ini wajar, mengingat shalat-shalat lain selain subuh dan isya bisa
dilakukan oleh seseorang dengan mudah karena memang waktunya bertepatan
dengan saat bekerja dan terjaga. Oleh karena itu tidak ada yang mampu
konsisten menjaga shalat isya’ dan subuh secara berjamaah selain orang
beriman yang diharapkan ada kebaikan muncul darinya.
Karena hal tersebut di atas, maka banyak keutamaan yang didapatkan dari shalat subuh berjamaah, di antaranya:
1. Shalat subuh adalah faktor dilapangkannya rizki
Seorang hamba walau sezuhud apapun dan sangat tidak peduli dengan
urusan dunia, ia tetap senang kalau lapang rizkinya minimal mencukupi
kebutuhan diri sendiri untuk menyelamatkan muka dari hinanya
meminta-minta. Dan demi Allah untuk mencapai ini jalannya adalah dengan
menaati Allah.
Pernah suatu ketika Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam shalat
subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati
puterinya Fathimah ra sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh
Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya : “Hai
Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah
membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya
matahari.”
Ini bukan berarti orang yang melaksanakan shalat subuh pasti pulang
dengan kantong penuh uang, tetapi yang dimaksud adalah bahwa ketaatan
kepada Allah dengan cara menjaga untuk terus istiqomah dalam shalat
subuh berjamaah akan mendatangkan taufik dari Allah sehingga nantinya
seorang hamba memperoleh keridhoan dan kelurusan dari Rabb-nya yang pada
gilirannya ia akan menghabiskan sisa harinya dalam pertolongan dan
kemudahan dari Allah dalam urusan-urusannya.
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak
disangka-sangkanya”
(QS.Ath Thalaq : 2-3)
2. Shalat subuh menjaga diri seorang muslim
“Barang siapa yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada dalam
jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menarik kembali jaminan-Nya dari
kalian dengan sebab apa pun. Karena siapapun yang Allah cabut
jaminan-Nya darinya dengan sebab apa pun, pasti akan tercabut. Kemudian
Allah akan telungkupkan wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR.Muslim)
Makna berada dalam jaminan Allah adalah dalam lindungan, penjagaan,
dan pemeliharaan dari-Nya. Sungguh itu semua adalah rahmat, yang kalau
menaungi kita, maka semua kepedihan berubah menjadi harapan. Sungguh itu
semua adalah kelembutan Allah, yang jika turun kepada kita akan sanggup
menjadikan api menjadi dingin dan damai. Itulah hikmah, kemuliaan, dan
kehendak yang tak terkalahkan. Jika ia datang, mampu merubah musuh
menjadi teman setia, dan mampu merubah singa yang buas menjadi kucing
yang penurut.
3. Shalat subuh sama dengan shalat malam semalam suntuk
Alangkah besar keutamaan yang Allah berikan kepada umat ini. Pertama
kali, Allah wajibkan shalat malam dalam firman Allah yang artinya:
”Wahai orang yang berselimut bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit” (QS.Al Muzzammil : 1-2)
Setelah itu Allah menghapus perintah tersebut sebagai bentuk peringanan dalam firman-Nya dalam QS.Al Muzzammil : 20.
Setelah menghapuskan kewajiban shalat malam, Allah tetap menetapkan bagi kita keutamaannya sebagaimana hadits berikut:
”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia
seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan
shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam
penuh.” (HR.Muslim)
Maka usahakanlah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Oleh
karena itu para ulama ada yang memakruhkan begadang hingga terlalu
larut malam walaupun untuk membaca Al Qur’an atau shalat malam jika akan
berakibat tidak terlaksananya shalat subuh dengan baik. Tetapi jangan
salah paham dulu, para salafus shalih selalu melaksanakan shalat isya’
dan subuh secara berjamaah tetapi mereka tetap bersemangat tanpa henti
dalam melaksanakan shalat malam.
4. Shalat subuh tolok ukur keimanan
Orang yang mengaku beriman tidak perlu sulit-sulit mengetahui kadar
keimanannya, ia cukup mengukurnya dengan shalat subuh untuk mengetahui
apakah dirinya termasuk jujur dalam beriman ataukah berdusta, apakah ia
beriman di atas keikhlashan ataukah riya.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Shalat terberat
bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan subuh. Padahal
seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu
mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak .” (HR.Ahmad)
5. Shalat subuh adalah penyelamat dari neraka
Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Tidak akan masuk
neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan
sebelum tenggelamnya.” (HR.Muslim)
Ini adalah ketetapan Nabi yang mulia, bahwa siapa yang memelihara
pelaksanaan shalat subuh dan ashar maka dia tidak akan masuk neraka
dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala.
6. Shalat subuh adalah penyebab orang masuk surga
Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang melaksanakan dua shalat bardain dia masuk syurga” (HR.Bukhari).
Shalat bardain adalah shalat subuh dan ashar. Disebut Al Bardain (dua
waktu dingin) karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang,
tepatnya pada kedua ujung siang ketika suasana teduh dan tidak ada terik
panas.
7. Shalat subuh akan mendatangkan nikmat berupa bisa melihat wajah Allah yang mulia
“Apabila penghuni syurga telah memasuki syurga. Allah
berfirman,’Apakah kalian ingin akuberi tambahan ?’ Mereka
menjawab,’Bukankan Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankan
Engkau telah memasukkan kami ke dalam syurga? Dan Engkau selamatkan kami
dari neraka?’ Rasulullah melanjutkan,”Kemudian dibukalah tabir, maka
tidak ada lagi nikmat yang lebih besar daripada nikmat bisa melihat Rabb
mereka. Inilah nikmat tambahan itu.” Lalu beliau membaca surat Yunus :
26 yang artinya: “Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang
terbaik jannah dan tambahannya.” (HR.Muslim)
8. Shalat subuh adalah suatu syahadah khususnya bagi yang konsisten memeliharanya
“Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan
mereka berkumpul pada waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat
yang semalaman menjaga kalian naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada
mereka – dan dia lebih tahu tentang mereka – ,’Bagaimana kalian
tinggalkan hamba-hambaku?’ Mereka menjawab,’Kami menginggalkan mereka
dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka
shalat’” (HR.Bukhari)
9. Shalat subuh adalah kunci kemenangan
“Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari)
Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada
seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham
bahasa Arab.
Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan
mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik
pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan,’hai hamba
Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah
dia’”
Tentara Yahudi menjawab,”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”
10. Shalat subuh lebih baik daripada dunia seisinya “Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan
seisinya.” (HR.Muslim dan Ahmad)
Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda,
“Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (HR.Muslim)